Menu

Thursday, June 15, 2017

KARAKTER BANGSA

A.       Karakter Bangsa
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, tempramen, dan watak. Adapun, berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak.(http://akhmadsudrajat.wordpress.com)
Karakter adalah ‘distinctive trait, distinctive quality, moral strength, the pattern of behavior found in an individual or group.’ Hill (dalam Wanda Christiana, 2005) mengatakan, character determines someone’s private thought and someone’s action done. Good character is the inward motivation to do what is right, according to the highest standard of behavior in every situation. Dengan demikian, karakter dapat diartikan sebagai identitas diri seseorang. Identitas diri tersebut senantiasa melekat dalam pribadi sebagai ciri khas dari individu.
Karakter mengacu pada serangkaian sikap, perilaku, motivasi, dan keterampilan. Karakter meliputi sikap seperti keinginan untuk melakukan hal yang terbaik, kapasitas intelektual seperti kritis, dan alasan moral, perilaku seperti jujur dan bertanggungjawab,mempertahankan prinsip-prinsip moral dalam situasi penuh ketidakadilan, kecakapan interpersonal dan emosional yang memungkinkan seseorang berinteraksi secara efektif dalam berbagai keadaaan. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan, yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adar istiadat. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu. Individu yang berkarakter baik adalah seseorang yang berusaha melakukan hal yang terbaik.
Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif, inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat, menghargai waktu, dedikatif, produktif, ramah, cinta keindahan, sportif, terbuka, dan tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat baik atau unggul (Dr. Zubaedi, M.Ag., M.Pd; 2013).Karakter mulia tersebut sangat penting dalam memberikan kontribusi kesuksesan bagi seseorang. Sudah seharusnya, pendidikan mampu mencetak individu dengan karakter mulia.
Pendidikan karakter adalah usaha yang disengaja untuk mengembangkan karakter yang baik berdasarkan nilai-nilai inti kebaikan untuk individu dan masyarakat. Pendidikankarakter  merupakan respon terhadap kondisi masyarakat Indonesia bahwa hasil pendidikan nasional dewasa ini belum mengarah, bahkan makin jauh dari tujuan yang telah dirumuskan dalam UU Sisdiknas tahun 2003. (Agus Wibowo; 2013)
Pelaksanaan pendidikan dan pengembangan karakter berawal dari prinsip filosofi yang secara objektif mengaksentuasikan bahwa nilai-nilai etika dasar terdiri dari kepedulian, kasih sayang, kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, dan rasa hormat. Sesungguhnya, pendidikan karakter merupakan upaya untuk mempromosikan dan menginternalisasi nilai-nilai positif kepada setiap individu. Selanjutnya, diharapkan mereka akan menjadi individu yang percaya diri, tahan uji, bermoral tinggi, dan bertahan dalam kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, pendidikan karakter merupakan proses pembudayaan manusia.
Lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu hal yang urgen untuk dilaksanakan. Bahkan, Theodore Roosevelt (Presiden Amerika Serikat ke-26) juga mengatakan, “Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara bahaya kepada masyarakat.” Hal tersebut sangat dapat dipahami, karena kecerdasan emosi dan budi pekerti yang baik dapat menjadi sumber kekuatan kehidupan yang harmonis di dalam masyarakat.
Dari sekian uraian di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang. Pembangunan Karakter Bangsa adalah upaya kolektif-sistemik suatu negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan dasar dan ideologi, konstitusi, haluan negara, serta potensi kolektifnya dalam konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

1.    Pembangunan Karakter Bangsa
Pembangunan karakter bangsa merupakan gagasan besar yang dicetuskan para pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Membangun karakter adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila.(http://pembangunankarakterbangsa.blogspot.co.id/p/pembangunan-karakter-bangsa.html)

2.    TujuanPembangunan Karakter Bangsa
Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (http://pembangunankarakterbangsa.blogspot.co.id/p/pembangunan-karakter-bangsa.html)
Jika merunut pada penjelasan Muchlas Samani dan Hariyanto (RosdaKarya;2011) kiranya tujuan pembangunan karakter akan senada dengan tujuan pelaksanaan pendidikan karakter, yaitu untuk mengembangkan kemampuan individu agar mampu mengenal, peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga mampu berperilaku sebagai insan kamil.

3.    Nilai-Nilai Karakter Bangsa
Menurut pakar pendidikan Prof. Suyanto, Ph.D (2013), terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal  manusia, antara lain:
1.         Cinta Tuhan dan segenap CiptaanNya
2.         Kemandirian dan tanggung jawab
3.         Kejujuran/amanah
4.         Hormat dan santun
5.         Dermawan, suka menolong, gotong royong
6.         Percaya diri dan pekerja keras
7.         Kepemimpinan dan keadilan
8.         Baik dan rendah hati
9.         Toleransi, kedamaian, dan kesantunan
Sembilan nilai-nilai luhur ini merupakan basis dasar nilai-nilai karakter yang akan berpeluang untuk melahirkan generasi yang humanis dan bermartabat. Sembilan karakter tersebut juga akan menuntun setiap individu untuk menjadi insan yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Dengan memiliki karakter itu, seseorang akan dibimbing untuk menjadi insan yang berdaya. Selanjutnya, pendidikan karakter seyogianya dikembangkan dengan manajemen yang rapi dan terencana, salah satunya harus dikembangkan dalam bingkai utuh. (Budiharjo; 2015)

4.    Ciri-ciri karakter bangsa Indonesia
1.         Saling menghormati & saling menghargai
2.         Rasa kebersamaan & tolong menolong
3.         Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa
4.         Rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
5.         Adanya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama
6.         Adanya perilaku dalam sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati & saling menguntungkan
7.         Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya
8.         Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.

5.    Nilai-nilai yang membangun bangsa Indonesia
1.         Nilai Kejuangan
2.         Nilai Semangat
3.         Nilai Kebersamaan / Gotong royong
4.         Nilai Kepedulian / Solidaritas
5.         Nilai Sopan santun
6.         Nilai Persatuan & Kesatuan
7.         Nilai Kekeluargaan
8.         Nilai Tanggung Jawab

6.    Faktor-faktor dalam membangun karakter bangsa Indonesia
1.         Ideologi
2.         Politik
3.         Ekonomi
4.         Sosial Budaya
5.         Agama
6.         Normatif ( Hukum &Peraturan Perundangan )
7.         Pendidikan
8.         Lingkungan
9.         Kepemimpinan


No comments:

Post a Comment